Sejarah Singkat
Associazione Calcio Milan adalah sebuah klub sepakbola yang
bermarkas di Milan, Lombardy. Pertama dibentuk tepatnya pada 16 Desember 1899. Pertama
berdiri, AC Milan bukanlah sebuah klub sepakbola, melainkan sebuah klub kriket.
Adalah ekspatriat asal Inggris Alfred Edwards dan Herbert Kilpin yang
berinisiatif mendirikan klub ini. Karena dua orang itulah nama klub ‘Milan’
tetap dipertahankan hingga kini, yang sempat diwacanakan untuk mengganti nama
sebagai Milano, yang disesuaikan dengan dialeg Italia.
Pada tahun 1908, klub ini mengalami perpecahan. Masalahnya adalah ketidaksepakatan antara beberapa pihak terkait mendatangkan pemain asing. Akhirnya, untuk mewadahi keinginan itu, terbentuklah klub yang bermaterikan pemain asing yang kini dikenal sebagai Internazionale Milano.
Sejak awal berdiri, merah dan hitam selalu merepresentasikan
warna klub. Merah melambangkan semangat pemain dan hitam menggambarkan
ketakutan lawan melawan mereka. Setelah
insiden tersebut, Milan mengalami kemunduran hingga memasuki era 1950 yang
menjadi salah satu periode tersukses di kompetisi domestik, dengan menyabet Scudetto
pada 1951, 1955, 1957, 1957 dan 1962. Milan mulai unjuk gigi di tingkat Eropa
pada 1963 dengan membekuk Benfica di final Piala Champions. Setelah menyabet
berbagai titel mayor di Benua Biru di era 1970-an, Milan mengalami masa suram
karena terlibat skandal Totonero pada 1980 dan mendapat hukuman degradasi ke
Serie A B untuk kali pertama sepanjang sejarah.
Bolak-balik degradasi di tahun 1980, pengusaha Silvio
Berlusconi mengakuisisi klub pada 20 Februari 1986 dan menyelamatkannya dari
kebangkrutan. Milan terus berbenah dan Berlusconi menunjuk Arrigo Sacchi untuk
menukangi klub. Urusan transfer, Il Diavolo Rosso merekrut trio Belanda Ruud
Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard yang dilengkapi bakat-bakat dalam
negeri seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Alessandro Costacurta dan Roberto
Donadoni. Di era Sacchi, Milan sukses memenangkan Piala Champions dua musim
beruntun usai membekuk Steaua Bucuresti dan Benfica.
Setelah Sacchi meninggalkan Milan pada 1991, posisinya
digantikan Fabio Capello dan dia sukses membawa tim merebut Serie A tiga musim
konsekutif antara 1992 dan 1994. Di bawah komando Capello, Setan Merah mencatat
salah satu pertandingan paling memorable, kemenanan 4-0 atas Barcelona di final
Liga Champions 1994.
Periode sukses Il Diavolo Rosso berikutnya terjadi di masa
polesan Carlo Ancelotti yang ditunjuk pada November 2001. Ancelotti tiga kali
membawa Milan ke final Liga Champions, 2003, 2005 dan 2007 namun pada final
kedua mereka harus mengakui kemenangan Liverpool melalui drama adu penalti,
meski unggul 3-0 saat jeda. Setelah menjadi pelatih terlama kedua Milan, dengan
420 pertandingan, Ancelotti meninggalkan klub pada 2009 untuk gabung Chelsea.
Pada 2006, Milan kembali mengalami periode buruk dengan
terlibat skandal Calciopoli, di mana lima tim dinyatakan bersalah dalam
pengaturan pertandingan. Klub dihukum pengurangan 15 poin dan sanksi dari Liga
Champions 2006/07, namun setelah mengajukan banding penalti dikurangi menjadi
delapan poin dan diizinkan berpartisipasi di kompetisi primer Eropa. Sejak ditinggal Ancelotti, prestasi Milan
cenderung menurun. Mereka terakhir kali merebut Scudetto pada musim 2010/11
saat dilatih Massimiliano Allegri
Daftar Pustaka
https://beritamilanisti.wordpress.com/sejarah-dan-prestasi/
http://www.goal.com/id/news/5650/sejarah-hari-ini/2014/12/16/7109702/sejarah-hari-ini-16-desember-115-tahun-ac-milan-berdiri




0 comments:
Post a Comment